MANAJEMEN KEUANGAN
NILAI
WAKTU UANG (I)
INDAH PUSPITA
110411401028
Review
pasar keuangan
Likuiditas
Neraca
Aktiva
|
Pasiva
|
Kas 400.000
Piutang 100.000
Persediaan 300.000
Total
AL 800.000
Tanah 100.000
Bangunan 150.000
Etalase 50.000
Total
AT 300.000
Total
aktiva 1.100.000
|
Hutang
Hutang
lancar 200.000
Hutang
jangka panjang 200.000
Modal
sendiri 700.000
Total
pasiva
1.100.000
|
∑AL / ∑HL x 100% = 800.000
/ 200.000 x 100% = 400% (underlikuid)
a. Simulasi
pertama
·
CR maksimal 250% (mengurangi kas dan
persediaan untuk membayar hutang jangka panjang, dan kas dikurangi untuk
membeli etalase)
Neraca
Aktiva
|
Pasiva
|
Kas 200.000
Piutang 100.000
Persediaan 200.000
Total
AL 500.000
Tanah 100.000
Bangunan 150.000
Etalase 100.000
Total
AT 300.000
Total
aktiva 900.000
|
Hutang
Hutang
lancar 200.000
Hutang
jangka panjang 0
Modal
sendiri 700.000
Total
pasiva
900.000
|
∑AL
/ ∑HL x 100% = 500.000 / 200.000 x 100% = 250%
·
CR maksimal 450% (kas dikurangi untuk
membeli tanah)
Neraca
Aktiva
|
Pasiva
|
Kas 200.000
Piutang 100.000
Persediaan 300.000
Total
AL 600.000
Tanah 300.000
Bangunan 150.000
Etalase 50.000
Total
AT 500.000
Total
aktiva 1.100.000
|
Hutang
Hutang
lancar
200.000
Hutang
jangka panjang 200.000
Modal
sendiri
700.000
Total
pasiva
1.100.000
|
∑AL / ∑HL x 100% = 600.000
/ 200.000 x 100% =300%
b. Simulasi
kedua
·
CR minimal 500% (bangunan dijual untuk
membayar hutang jangka panjang)
Neraca
Aktiva
|
Pasiva
|
Kas 400.000
Piutang 100.000
Persediaan 300.000
Total
AL 800.000
Tanah 100.000
Bangunan 50.000
Etalase 50.000
Total
AT 300.000
Total
aktiva 1.000.000
|
Hutang
Hutang
lancar
100.000
Hutang
jangka panjang 200.000
Modal
sendiri 700.000
Total
pasiva
1.000.000
|
∑AL / ∑HL x 100% = 800.000
/ 100.000 x 100% = 800 %
·
CR minimal 550% (persediaan dijual untuk
membayar hutang lancar dan jangka panjang)
Neraca
Aktiva
|
Pasiva
|
Kas 400.000
Piutang 100.000
Persediaan 100.000
Total
AL 600.000
Tanah 100.000
Bangunan 150.000
Etalase 50.000
Total
AT 300.000
Total
aktiva 900.000
|
Hutang
Hutang
lancar
100.000
Hutang
jangka panjang 100.000
Modal
sendiri
700.000
Total
pasiva
900.000
|
c. Simulasi
ketiga
·
Jika persediaan ditambah, hutang lancar
ditambah 300%
Neraca
Aktiva
|
Pasiva
|
Kas 400.000
Piutang 100.000
Persediaan 300.000
Total
AL 800.000
Tanah 100.000
Bangunan 150.000
Etalase 50.000
Total
AT 300.000
Total
aktiva 1.100.000
|
Hutang
Hutang
lancar
200.000
Hutang
jangka panjang 200.000
Modal
sendiri
700.000
Total
pasiva
1.100.000
|
∑AL
+ x=
3
∑HL
+ x 1
800.000 + x
= 3
200.000 + x
1
600.000 + 3x = 800.000 + x
3x –
x = 800.000 – 600.000
2x = 200.000
x = 100.000
·
Persediaan: 300.000 + 100.000 = 400.000
·
Hutang lancar: 200.000 + 100.000 = 300.000
Neraca
Aktiva
|
Pasiva
|
Kas 400.000
Piutang 100.000
Persediaan 400.000
Total
AL 900.000
Tanah 100.000
Bangunan 150.000
Etalase 50.000
Total
AT 300.000
Total
aktiva 1.200.000
|
Hutang
Hutang
lancar
300.000
Hutang
jangka panjang 200.000
Modal
sendiri 700.000
Total
pasiva
1.200.000
|
∑AL / ∑HL x 100% = 900.000
/ 300.000 x 100% = 300%
d. Simulasi
keempat
·
Jika tanah ditambah hutang lancar
bertambah 200%
Neraca
Aktiva
|
Pasiva
|
Kas 400.000
Piutang 100.000
Persediaan 300.000
Total
AL 800.000
Tanah 100.000
Bangunan 150.000
Etalase 50.000
Total
AT 300.000
Total
aktiva 1.100.000
|
Hutang
Hutang
lancar
200.000
Hutang
jangka panjang 200.000
Modal
sendiri
700.000
Total
pasiva 1.100.000
|
∑AL
+ x =
2
∑HL
+ x 1
800.000 + x
= 2
200.000 + x
1
400.000 + 2x = 800.000 +
x
2x - x
= 800.000 – 400.000
x
= 200.000
·
Tanah: 100.000 + 200.000 = 300.000
·
Hutang lancar: 200.000 + 200.000 =
400.000
Neraca
Aktiva
|
Pasiva
|
Kas 400.000
Piutang 100.000
Persediaan 300.000
Total
AL 800.000
Tanah 300.000
Bangunan 150.000
Etalase 50.000
Total
AT 500.000
Total
aktiva 1.200.000
|
Hutang
Hutang
lancar 400.000
Hutang
jangka panjang 200.000
Modal
sendiri
700.000
Total
pasiva 1.200.000
|
∑AL / ∑HL x 100% = 800.000
/ 400.000 x 100 % = 200%
e. Simulasi
kelima
·
Jika kas dikurangi, hutang lancar
dikurangi 400%
Neraca
Aktiva
|
Pasiva
|
Kas 400.000
Piutang 100.000
Persediaan 300.000
Total
AL 800.000
Tanah 100.000
Bangunan 150.000
Etalase 50.000
Total
AT 300.000
Total
aktiva 1.100.000
|
Hutang
Hutang
lancar
200.000
Hutang
jangka panjang 200.000
Modal
sendiri 700.000
Total
pasiva
1.100.000
|
∑AL
- x=
4
∑HL
- x 1
800.000 - x
= 4
200.000 - x
1
800.000 – x = 800.000 –
4x
-x + 4x = 800.000 – 800.000
3x = 0
x = 0
·
Kas: 400.000 – 0 = 400.000
·
Hutang lancar: 200.000 – 0 = 200.000
Neraca
Aktiva
|
Pasiva
|
Kas 400.000
Piutang 100.000
Persediaan 300.000
Total
AL 800.000
Tanah 100.000
Bangunan 150.000
Etalase 50.000
Total
AT 300.000
Total
aktiva 1.100.000
|
Hutang
Hutang
lancar
200.000
Hutang
jangka panjang 200.000
Modal
sendiri 700.000
Total
pasiva
1.100.000
|
∑AL / ∑HL x 100% = 800.000
/ 200.000 x 100 % = 400%
Rentabilitas
Laba
rugi
Penjualan
5.000.000
HPP
(2.000.000)
Laba
kotor
3.000.000
Biaya
administrasi penjualan umum (500.000)
EBIT
2.500.000
i
40.000
EBT
2.460.000
Tax
(10%)
(246.000)
EAT 2.214.000
|
EBIT / TOTAL ASET x
100% = laba ekonomi
2.500.000 / 1.100.000 x
100% = 227%
EAT / modal sendiri x
100% = laba usaha
2.214.000 / 700.000 x
100% = 316%
PM = EBIT / penjualan x
100% = 2.500.000/ 5.000.000 x 100% = 50 %
ATO = penjualan / asset
= 5.000.000 / 1.100.000 = 4,54
Kesimpulan
Asset operasi berputar
setiap siklus akuntansi sebanyak 4,54x. jadi 50% x 4,54 perputaran = 227%
·
Penjualan ditingkatkan, HPP meningkat
Laba
rugi
Penjualan 7.000.000
HPP
(2.500.000)
Laba
kotor
4.500.000
Biaya
administrasi penjualan umum (500.000)
EBIT
4.000.000
i
40.000
EBT
3.960.000
Tax
(10%)
(396.000)
EAT 3.564.000
|
EBIT / total asset x
100% = laba
ekonomi
4.000.000 / 1.100.000 x
100% = 363%
EAT / modal sendiri x
100% = laba usaha
3.564.000 / 700.000 x
100% = 509%
PM = EBIT / penjualan x
100% = 4.000.000/ 7.000.000 x 100% = 57 %
ATO = penjualan / asset
= 7.000.000 / 1.100.000 = 6,36
Kesimpulan
Asset operasi berputar
setiap siklus akuntansi sebanyak 6,36x. jadi 57% x 6,36 perputaran = 362,52%
atau 363%
·
Biaya-biaya lain-lain ditambah (listrik,
air, gaji karyawan dll)
Laba
rugi
Penjualan 7.000.000
HPP
(2.500.000)
Laba
kotor
4.500.000
Biaya
administrasi penjualan umum (500.000)
Biaya
lain-lain
(500.000)
EBIT
3.500.000
i
(40.000)
EBT
3.460.000
Tax
(10%)
(346.000)
EAT 3.096.000
|
EBIT / total asset x
100% =
laba ekonomi
3.500.000 / 1.100.000 x
100% = 318%
EAT / modal sendiri x
100% = laba usaha
3.096.000 / 700.000 x
100% = 442%
PM = EBIT / penjualan x
100% = 3.500.000/ 7.000.000 x 100% = 50 %
ATO = Penjualan / asset
= 7.000.000 / 1.100.000 = 6,36
Kesimpulan
Asset operasi berputar
setiap siklus akuntansi sebanyak 6,36. jadi 50% x 6,36 perputaran = 318%
NILAI
WAKTU UANG
A.
Pengertian,
Fungsi, Dan Syarat Uang
Uang adalah alat tukar menukar yang
sudah sejak lama kita kenal. Banyak kita temukan pengertian uang menurut
bebrapa ahli maupun pengertian uang menuruit sudut pandang yang berbeda, untuk
itu kita akan mencoba untuk menyimpulkan apa sesungguhnya arti uang itu
sendiri. Uang adalah alat tukar sah yang digunakan sebagai satuan hitung yang
dapat diterima semua masyarakat dalam proses tukar menukar (jual-beli).
Syarat uang agar dapat digunakan
dalam transaksi yaitu:
·
Acceptability, dapat diterima oleh semua
masyarakat.
·
Durability, tidak mudah rusak.
·
Stability of value, nilai dari uang
tetap.
·
Kontinuitas, kelangsungan pemakaian.
·
Portability, uang dapat dibawa
kemana-mana.
·
Divisibility, mudah untuk dibagi
sehingga dalam bertransaksi terdapat kembalian yang dapat dikembalikan sebagai
sisa dari transaksi.
Fungsi uang ada 3, yaitu:
·
Medium of exchange, sebagai alat tukar
yang mempermudah transaksi.
·
Unit of account, sebagai satuan hitung
yang digunakan untuk menunjukkan besarnya nilai suatu barang atau jasa.
·
Valuta, sebagai pengalih daya beli saat
ini ke masa yang akan datang.
B.
Konsep
Nilai Waktu Uang
Dari penjelasan tentang pengertian
dan fungsi uang di atas dapat kita ketahui bahwa uang sangat berarti dan
bermanfaat bagi kita. Akan tetapi nilai dari uang itu sendiri belum tentu sama
untuk masa saat ini dengan masa yang akan datang. Nilai waktu uang atau bisa
disebut juga dengan time value of money merupakan suatu konsep yang menyatakan
bahwa nilai uang yang sekarang lebih berharga daripada nilai uang yang akan
datang. Pengertian dari konsep nilai waktu uang dapat disederhanakan sebagai
ilustrasi sebagai berikut:
Ilustrasi yang pertama yaitu uang
Rp 5.000,00 bisa mendapatkan jajanan di warung sebanyak 10 bungkus dengan harga
Rp 500,00 akan tetapi setahun yang akan datang dengan nominal yang sama
mendapatkan jumlah jajanan di warung dengan jumlah yang berbeda yaitu 5. Selain
itu juga dengan uang Rp 5.000,00 saat ini dapat memenuhi kebutuhan kita untuk
saat ini, karena belum tentu keinginan atau kebutuhan kita akan sama dengan
masa yang akan datang.
Ilustrasi kedua, apabila kita
diberi pilihan untuk mengambil uang yang diberikan orang lain diambil saat ini
atau yang akan datang dan kita memutuskan untuk mengambil saat ini maka kita
tidak perlu khawatir jika uang tersebut diberikan ke orang lain atau tetap
menjadi milik kita untuk masa yang akan datang. Karena apa? Karena masa yang
akan datang tersebut merupakan masa yang penuh ketidakpastian. Belum tentu
orang tersebut masih baik terhadap kita sehingga mau memberikan uangnya kepada
kita.
Dari dua ilustrasi di atas dapat
kita simpulkan bahwa, betapa berartinya uang untuk saat ini sehingga kita dapat
menikmati nilai dari uang tersebut.
Kaitannya konsep nilai waktu uang
pada manajemen keuangan yaitu, sebagai penentu kebijakan dalam melakukan
investasi terhadap modal yang dimiliki. Apakah dengan melakukan investasi
jangka panjang terhadap aktiva tetap dapat memberikan keuntungan di masa yang
akan datang. Karena seperti yang dijelaskan di awal bahwa masa depan merupakan
masa penuh ketidakpastian, maka belum tentu di masa akan datang kita tetap
memperoleh keuntungan dari investasi yang kita tanamkan. Karena banyak faktor
yang dapat mempengaruhinya, misalnya kebijakan pemerintah dalam hal pajak atau
bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi tanpa kita duga sebelumnya.
Perbedaan nilai uang berdasarkan
waktu ini disebabkan oleh beberapa hal seperti inflasi, perubahan suku bunga, kebijakan
pemerintah dalam hal pajak, suasana politik, dan lain sebagainya. Yang akan
dipelajari dalam konsep nilai waktu uang ini yaitu nilai saat ini (present
value) dan nilai yang akan datang (future value).
C.
Mengapa
Tarif Bunga Eksis?
Menurut Rao (1995) (dalam Harmono)
konsep nilai waktu uang disebabkan oleh tarif bunga, dimana tariff bunga adalah
perbedaan antara nilai barang sekarang dengan nilai yang akan datang. Mengapa
demikian? Yang pertama, yaitu masyarakat memiliki preverensi waktu positif. Sebagai
ilustrasi agar penjelasan lebih mudah dipahami maka anggapannya yaitu saya
adalah seorang konsumen yang juga anak kos-kosan. Setiap bulannya saya akan
melakukan belanja bulanan yang bisa kita sebut sebagai konsumsi. Belanja
bulanan yang saya lakukan di saat ini untuk satu bulan penuh ke depannya yang
dilakukan dengan alasan apapun maka hal ini dapat menunjukkan tariff bunga
positif. Paham? Nah jika belum paham maka ada ilustrasi kedua, yaitu kita ambil
contoh barang antic, misalnya vespa. Vespa yang kita beli 20 tahun yang lalu
nilainya akan berbeda dengan vespa yang kita beli saat ini. Maka dengan itu
sering kita sebut bahwa barang antic mahal harganya.
Kedua, tariff bunga eksis
disebabkan oleh produktivitas capital. Produktivitas dapat diartikan sebagai
perbandingan yang dicapai antara hasil dan sumber daya yang digunakan. Dimana
capital yang digunakan berorientasi pada teknologi.
D.
Perhitungan
Nilai Arus Kas Masa Mendatang Menggunakan Konsep Bunga Biasa (Ke-N) Simple
Future Value
Untuk perhitungan jumlah tahun pertama
FV1
= PV + (PV x i) =
PV (1 + (1 x i))
= PV (1 + i)
Untuk perhitungan jumlah tahun kedua
FV1 = PV +
(PV + i) = PV (1 x i)
FV2 = PV (1
+ i) + (PV (1 + i) x i)
FV2 = PV (1
+ i) (1+i)
FV2 = PV (1
+i)2
Jadi berdasarkan dua persamaan diatas
maka untuk perhitungan nilai masa akan datang (future value)
FVn = PV (1 + i)n
Dalam hal ini,
FV = nilai yang akan
datang (future value)
PV = nilai sekarang
(present value)
i = tariff bunga
(interest)
Contoh soal: saya akan menabungkan uang
saya di bank dengan jumlah Rp 200.000,00 dengan tariff bunga 15% pertahun?
Berapa jumlah tabungan saya pada akhir tahun pertama?
Jawab:
FV1 = 200.000 (1 + 0,15)
= 200.000 + 30.000
= 230.000
Berikutnya berapa rupiah jumlah tabungan
saya pada akhir tahun kedua?
Jawab:
FV2 = 230.000 (1 + 0,15)
= 230.000 + 34.500
= 264.500
E.
Perhitungan
Nilai Masa Mendatang Mengggunakan Konsep Nilai Bunga Majemuk/Anuitas
(Compounding Future Value)
Nilai bunga majemuk merupakan bunga
yang berbunga, dan berbeda dengan bunga biasa yang didapat selama dua tahun,
dengan persamaan sebagai berikut.
FV2 = PV (1 + i)2 =
PV (1 + 2i + i2)
Dari contoh sebelumnya dapat kita
hitung present value-nya, yaitu.
FV2 = 200.000 [(1 + 2(0,15) + (0,15)2]
= 200.000 (1 + 0,3 + 0,0225)
= 200.000 + 60.000 + 4.500
= 264.500
Nilai dimasa akan datang ditentukan
dengan menjumlahkan nilai pokok 200.000, bunga biasa 60.000 (atau 30.000 selama
2 tahun), dan bunga majemuk 4.500 atau 60.000 pendapatan bunga tahun pertama
dikalikan tariff bunga 15% tahun kedua.
DAFTAR
RUJUKAN
Harmono. 2011. MANAJEMEN KEUANGAN Berbasis Balanced
Scorecard Pendekatan Teori, Kasus, dan Riset Bisnis.Jakarta: PT. Bumi
Aksara.
Achmad. 2013. Memahami Pengertian, Fungsi, Syarat, dan
Sejarah Uang, (Online), (http://www.likethisya.com/pengertian-fungsi-dan-sejarah-uang.html),
diakses 13 September 2014.
Budiwati, N. Konsep Nilai Waktu dari Uang (Time Value of
Money) kasus dalam keuangan Koperasi, (Online), (http://file.upi.edu/Direktori/FPEB/PRODI._EKONOMI_DAN_KOPERASI/196302211987032-NETI_BUDIWATI/Konsep_Nilai_Waktu_dari_Uang.pdf),
diakses 13 September 2014.
Manajemen Perusahaan
Teori dan Strategi. Nilai Waktu Uang.
(Online), (http://www.manajemenperusahaan.com/nilai-waktu-uang/),
diakses 13 september 2014.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar