Selasa, 09 September 2014

BAB 3 Pasar Keuangan

MANAJEMEN KEUANGAN
PASAR KEUANGAN
INDAH PUSPITA
(110411401028)

Review Laporan Keuangan (dalam sudut pandang manajemen keuangan)
NERACA
Struktur kekayaan                                                       Struktur keuangan
Aktiva
Pasiva
Kas                                  25.000
Piutang                            50.000
Persediaan                     150.000
Tot.AL                             225.000
Tanah                              50.000
Bangunan                      100.000
Mesin                            150.000
Tot.AT                          300.000
Utang
Utang lancar                        20.000
Utang JP                              55.000


Modal sendiri                  
(aktiva tetap+persedian)   450.000
Total aktiva                   525.000
Total pasiva                      525.000

modal sendiri harus lebih besar daripada utang.
untuk memaksimalkan keuntungan merupakan tujuan manajer keuangan yang berhubungan dengan neraca di dalam laporan keuangan. Agar perusahaan lebih aman dan tidak mengalami kerugian maka perusahaan harus menjaga tingkat stabilitas perusahaan, yaitu dengan beberapa cara sebagai berikut:
1.      Likuiditas
Menjamin perusahaan likuid yang tujuannya adalah melihat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya (utang lancar). Aspek likuiditas diukur dengan rasio current ratio:
AL : HL x 100%
Ex: 225.000 : 20.000 x 100%
     = 11,25 %
Jadi, Rp 1 HL dibayar dengan 11,25 AL
HL : AL
20.000 : 225.000
1 : 11,25%

2.      Overlikuiditas
Menyebabkan perusahaan mengalami:
·         Opportunity cost : hilangnya kesempatan untuk memperoleh keuntungan
·         Inflation cost : harus mendapatkan/mengeluarkan uang yang lebih besar untuk mendapatkan barang yang sama.
Tujuan manajemen keuangan berdasarkan atau hubungannya dengan overlikuiditas adalah untuk mengatur keuangan perusahaan agar tidak overlikuid, sehingga bisa normal likuid.
Jadi, AL – HK = MK (modal Kerja) perusahaan
               225.000 – 20.000 = 205.000
                                20.000 = 205.000
                                   1 HL = 10,25 MK
Jika overlikuid dijadikan CR = 350%
Jadi AL : HL x 100%
225.000 : 30.000 x 100%
= 7,5 %
Jika CR-nya diturunkan = 300%
Bagaimana jika persediannya ditambah?
AL – x
HL - x
Persediaan dijual untuk mengurangi HL. Aktiva = kas untuk membayar HL. Kas berkurang, HL berkurang.
Jadi AL : HL x 100%
112.500 : 37.500 x 100 % = 3 %
Merupakan normal likuiditas/ IDEAL
Yang bisa digunakan untuk mencegah overlikuiditas adalah
·         Piutang + utang lancar
·         Mengurangi kas dengan menambah aktiva tetap
·         Piutang ditambah ke aktiva tetap
·         Utang jangka panjang dikurangi, kemudian ditambah ke utang lancar

3.      Solvabilitas
Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya. Jika perusahaan dilikuidasi (pembubaran perusahaan).
Total aktiva : total utang x 100 %
525.000 : 75.000 x 100 % = 700 %
525.000 : 75.000
Rp 7 A : Rp 1 U

Excess value bisa naik atau meningkat, apabila aktiva dan utang bertambah karena pada saat likuiditas, pemegang saham mendapat excess value. Hak sisa excess value didapatkan setelah membayar utang. Solvabilitas bisa bertambah dengan menambah modal sendiri untuk membayar utang atau menambah aktiva.

4.      Rentabilitas
Kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungannya perusahaan untuk melakukan efesiensi asset. Rentabilitas dapat diukur dengan dua cara yaitu
·         Rentabilitas ekonomi
EBIT : total pasiva x 100%
300.000 : 525.000 x 100% = 57%
·         Rentabilitas usaha
EAT : modal sendiri x 100%
265.000 : 450.000 x 100% = 58,89%

Artinya keuntungan p = 57%
Aktiva perusahaan setelah dikelola 57%
Setelah itu dibandingkan sengan opportunity cost.

LAPORAN LABA RUGI
Penjualan                                             1.200.000
HPP                                                       (800.000)
Laba kotor                                              400.000
b.adm pemasaran                                   100.000
EBIT                                                      300.000
b.bunga                                                      5.500
EBT                                                        294.500
(tax 10%)                                                 294.50
                                                               265.050

Tugas manajemen keuangan berhubungan dengan rentabilitas adalah membuat usaha menjadi rentabilitas. Cara perusahaan mendapat rentabilitras dengan cara:
·         Profit margin (dipengaruhi oleh HPP dan biaya-biaya
PM = EBIT : penjualan
PM = 1.200.000 : 1.200.000
Penjualan  1.200.000
HPP                         800.000
Biaya-biaya             100.000
                 = 25%
·         Turn over
EAT : Modal Kerja
265.000 : 25.000
Total asset            1.200.000
Piutang          50.000
Persediaaan             150.000
Total AT     225.000
                 = 2.28%
Kesimpulannya yaitu asset operasi berputar setiap siklus akuntansi sebanyak 2.28 kali. Jadi 25% x 2.28 perputaran = 57%

PASAR KEUANGAN
Secara etimologis jika diartikan pasar yaitu tempat bertemunya penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi, sedangkan keuangan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan uang (mata uang, hutang, dan klaim-klaim ekuitas). Jadi pasar keuangan adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi yang berhubungan dengan uang. Transaksi keuangan akan melibatkan aktiva keuangan dan kewajiban keuangan. Penciptaan dan perpindahan aktiva dan kewajiban semacam itu membentuk pasar keuangan.
Pasar keuangan disini dibagi menjadi dua, yaitu:
·         Pasar uang, yaitu transaksi jual beli harta dan kewajiban yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Beberapa instrument yang dijual-belikan di pasar uang di Indonesia yaitu Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), commercial paper.
·         Pasar modal, yaitu transaksi jual beli harta dan kewajiban yang memiliki jatuh tempo lebih dari satu tahun. Instrument dalam pasar modal yaitu saham biasa, saham preferen, dan obligasi.
Walaupun terdapat perbedaan dalam jangka waktunya antara pasar uang dan pasar modal, namun kedua-duanya memiliki persamaan yaitu merupakan sarana investasi dan mobilisasi dana. Peranan manajer keuangan disini yaitu mengalokasikan dana yang ada diperusahaan ke dalam pasar keuangan.
Perantara keuangan
Melalui badan perantara keuangan, simpanan dipindahkan ke unit ekonomi  yang berpeluang melakukan investasi yang menguntungkan. Perusahaan yang mengkhususkan usahanya di bidang kegiatan yan termasuk dalam pembentukan harta dan keuangan dan kewajiban keuangan, disebut perantara keuangan. Perantara keuangan, diantaranya sebagai berikut:
·         Bank-bank komersial
·         Perusahaan keuangan
Ø  Perusahaan asuransi jiwa yang menjual jaminan terhadap kemungkinan hilangnya pendapatan karena meningggalnya tertanggung dalam usia muda dan polis asuransi.
Ø  Yayasan dana pension mengumpulkan iuran dari karyawan dan/atau majikannya, untuk kemudian melakukan pembayaran periodic kepada karyawan yang pension.
Ø  Bankir investasi yaitu perusahaan keuangan yang membeli saham baru yang diterbitkan perusahaan pada tingkat harga yang disetuji dan dijamin, mencari segera investor lain untuk menjual kembali surat berharga tersebut (contohnya Indovest, IPFC, Merincorp).
·         Pialang yaitu orang yang menghubungkan pembeli dan penjual surat berharga.
·         Dealer orang yang membeli sendiri surat berharga dari penjual dan akhirnya menjual kembali surat berharga tersebut pada pembeli lainnya.
PERANAN PEMERINTAH
Pemerintah memegang peranan penting dalam pasar keuangan, yaitu dengan membuat kebijakan untuk mengatur stabilisasi keuangan dalam negaranya melalui bank sentral.
Sistem Bank Sentral
Bank sentral memiliki seperangkat instrument yang digunakan untuk mempengaruhi kegiatan operasi bank-bank komersial, dimana kegiatan pinjaman dan investasi kemudian berpengaruh terhadap biaya dan ketersediaan uang. Jika bank sentral membeli atau mengubah ketentuan persyaratan cadangan dalam kebijakannya, maka penawaran da harga dana akan dipengaruhi, dan akibatnya suku bunga atas surat-surat berharga akan berubah.
Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiscal adalah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dalam upaya untuk mencegah terjadinya inflasi yang akan terjadi, dimana juga akan berpengaruh terhadap fluktuasi suku bunga.
LEMBAGA PASAR KEUANGAN
Bagian penting dalam pasar keuangan yaitu pasar surat berharga. Pasar surat berharga digolongkan menjadi dua, yaitu pasar primer (saham dan obligasi pertama kali dijual) dan pasar sekunder (saham dan obligasi tersebut kemudian diperdagangkan).
Manfaat Bursa Surat Berharga
·         Sebagai wadah untuk menjamin para investor dalam bertansaksi.
·         Bursa mampu menyelenggarakan transaksi yang kontinyu dan menguji nilai dari surat berharga.
·         Harga surat berharga relative murah.
·         Membantu dalam penyerapan saham yang baru terbit dan memperlancar proses penjualannya.
PERAN MANAJER KEUANGAN
Manfaat pasar modal dalam pasar keuangan bagi manajer keuangan yaitu:

  • penyedia leading indicator
  • penyebaran kepemilikan perusahaan
  • pemanfaatan manajemen profesional

Pasar Keuangan, Manajer Keuangan, Dan Perusahaan




DAFTAR REFERENSI
Western, J & Ecope, T. 1995. Manajemen Keuangan. Jakarta: Binarupa Aksara.
Siamat, D. 2005. MANAJEMEN LEMBAGA KEUANGAN Kebijakan Moneter dan Perbankan Edisi Kelima. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
alfurqonNn. 2013. Pasar Uang dan Pasar Modal, (online), (http://furqon95.wordpress.com/2013/11/24/pasar-uang-dan-pasar-modal/), diakses 6 September 2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar