Senin, 22 September 2014

simulasi nilai waktu uang dan pembuktian compuonding

MANAJEMEN KEUANGAN
SIMULASI NILAI WAKTU UANG dan PEMBUKTIAN COMPOUNDING
INDAH PUSPITA
(110411401028)

Simulasi ke – 1 Nilai Waktu Uang
Time Value of Money
Di dalam manajemen keuangan dikenal dengan opportunity cost dan inflation. Dua hal ini yang dikelola oleh manajemen keuangan.
·         Future Value (Compounding/berlipat ganda)
Yaitu atas uang yang dimiliki saat ini, maka berapa jumlah uang yang dimikili saat yang akan datang.
Rumus : FV = II x (1 + i)n
Contoh Soal 1
Tuan A mengelola uangnya dengan memasukkan ke Bank sebesar Rp 1.000.000,00 dengan jumlah bunga sebesar 5% yang dibayarkan secara annual. Berapa uang Tuan A 5 tahun yang akan datang.
Jawab.
1.      Menggunakan tabel
II x 1,2763
1.000.000 x 1,2763 = 1.276.300

2.      Menggunakan rumus
FV = II x (1 + i)n
FV = 1.000.000 x (1 + 0,05)5
FV = 1.000.000 x (1,05)5
FV = 1.276.281

3.      Menggunakan manual
K1 : 1.000.000 → 1.000.000 (1+0.05) = 1.050.000
K2 : 1.050.000 → 1.050.000 (1+0.05) = 1.102.500
K3 : 1.102.500 → 1.102.500 (1+0.05) = 1.157.625
K4 : 1.157.625 → 1.157.625 (1+0.05) = 1.215.506,25
K5 : 1.215.506,25 → 1.000.000 (1+0.05) = 1.276.281,563

Contoh Soal 2
Tuan B menyimpan uangnya di Bank sebesar Rp 500.000,00 dengan bunga 6% pertahun. Berapa jumlah uang Tuan B untuk 7 tahun yang akan datang?
Jawab
1.      Menggunakan tabel
II x (1,504)
500.000 x 1,504 = 752.000

2.      Menggunakan rumus
FV = II x (1 + i)n
FV = 500.000 x (1 + 0,06)7
FV = 500.000 x (0,06)7
FV = 751.815,1295

3.      Menggunakan manual
K1 : 500.000→ 500.000 (1+0.06) = 530.000
K2 : 530.000→ 530.000 (1+0.06) = 561.800
K3 : 561.800 → 561.800 (1+0.06) = 595.508
K4 : 595.508→ 1595.508 (1+0.06) = 631.238,48
K5 : 631.238,48→ 631.238,48 (1+0.06) = 669.112,78888
K6 : 669.112,78888 → 669.112,78888 (1 + 0,06) = 709.259,5561
K6 : 709.259,5561→ 709.259,5561 (1 + 0,06) = 751.815,1295

·         Interyear Compounding
Yaitu dalam satu tahun mendapatkan lebih dari satu kali bunga dengan ketentuan satu kali memasukkan uang.
Rumus : FV = II x ( 1 + i/m)mxn
Contoh soal 1
Tuan A menyimpankan uangnya di Bank BNI sejumlah Rp 500.000,00 dengan bunga 6% annual yang dibayar perbulan pada akhir tahun. Berapa jumlah uang Tuan A pada akhir tahun?

Jawab:
FV = II x ( 1 + i/m)
FV = 500.000 x (1 + 0,06)12x1
FV = 500.000 x (1 + 0,005)12
FV = 500.000 x (1, 005)12
FV = 500.000 x 1,061677812
FV = 530.838,9059

Contoh soal 2
Tuan B menyimpan uang ke Bank sejumlah Rp 2.500.000,00 dengan bunga 10% dibayar setiap 6 bulan sekali (triwulan) yaitu 2 kali setahun. Ketika tahun ke-4, berapa jumlah uang Tuan B

Jawab:
FV = II x ( 1 + i/m)
FV = 2.500.000 x (1 + 0,1/2)2x4
FV = 2.500.000 x (1 + 0,05)8
FV = 2.500.000 x (1,05)8
FV = 2.500.000 x 1,477455444
FV = 3.693.638,609
Note: di dalam tabel interyear compounding, dilihat waktunya mxn sama dengan tahun.

·         Anuity Future Value (Anuitas)
Yaitu aliran kas yang terjadi secara periodic dengan beberapa kali memasukkan uang.
Rumus : VA = II x ((1 + i)n-1)/i
Contoh soal 1
Tuan A memulai usaha. Selama 5 tahun ke depan Tuan A memasukkan uang ke Bank Rp 1.000.000,00 setiap tahunnya dengan bunga 5% dibayar Annual.
Jawab:
VA = II x ((1 + i)n – 1)/i
VA = 1.000.000 x ((1 + 0,05)5 – 1)/0,05
VA = 1.000.000 x ((1,05)5 – 1)/0,05
VA = 1.000.000 x 5,5256
VA = 5.525.600

Contoh Soal 2
Tuan A setiap tahun menyimpan uang di Bank Rp 50.000.000 dengan bunga yang dibayar pada akhir tahun sebesar 10%. Berapa nilai Future Value jika keputusan dia dilakukan selama 10 tahun?
Jawab
1.      Menggunakan tabel
n 10 tahun dengan bunga 10% = 15,937
50.000.000 x 15,937
796.850.000

2.      Menggunakan rumus
VA = II x ((1 + i)n – 1)/i
VA = 50.000.000 x ((1 + 0,1)10 – 1)/0,1
VA = 50.000.000 x (2,59374246 – 1)/ 0,1
VA = 50.000.000 x 15,9374246
VA = 796.871.230

3.      Menggunakan manual
50.000.000 x (1 + 0,1)9 2,3579 = 117.895.000
50.000.000 x (1 + 0,1)8 2,1436 = 107.180.000
50.000.000 x (1 + 0,1)7 1,9487 = 97.435.000
50.000.000 x (1 + 0,1)6 1,7716 = 88.580.000
50.000.000 x (1 + 0,1)5 1,6105 = 73.205.000
50.000.000 x (1 + 0,1)4 1,4641 = 66.550.000
50.000.000 x (1 + 0,1)3 1,3310 = 60.500.000
50.000.000 x (1 + 0,1)2 1,2000 = 55.000.000
50.000.000 x (1 + 0,1)1 1,1000 = 55.000.000
50.000.000                                = 50.000.000+
                                                  = 796.870.000

Simulasi ke – 2
·         Dengan n yang tetap, i semakin besar, dan compounding semakin besar.
·         Dengan i yang tetap, n semakin besar, dan compounding semakin besar.
Pembuktian pertama yaitu dengan n yang tetap, i semakin besar, dan compounding semakin besar.
Tuan A mengelola uangnya dengan memasukkan ke Bank sebesar Rp 1.000.000,00 dengan jumlah bunga sebesar 5% yang dibayarkan secara annual maka compounding-nya untuk 5 tahun ke depan yang dihitung menggunakan tabel sebesar 752.000, yang dihitung menggunakan rumus sebesar 751.815,1292, dan yang dihitung secara manual sebesar 751.815,1295.
Maka untuk pembuktian pertama pada simulasi diatas yaitu dengan n tetap (5 tahun) dengan bunga 10% berapa nilai compounding future valuenya yang juga semakin membesar?
Jawab :
1.      Menggunakan tabel
II x 1,6105
1.000.000 x 1,6105 = 1.610.500

2.      Menggunakan rumus
FV = II x (1 + i)n
FV = 1.000.000 x (1 + 0,1)5
FV = 1.000.000 x (1,1)5
FV = 1.610.510

3.      Menggunakan manual
K1 : 1.000.000 → 1.000.000 (1+0.1) = 1.100.000
K2 : → 1.100.000 (1+0.1) = 1.210.000
K3 : → 1.210.000 (1+0.1) = 1.331.000
K4 : → 1.331.000 (1+0.1) = 1.464.100
K5 : → 1.464.100 (1+0.1) = 1.610.510

Pembuktian kedua yaitu dengan i yang tetap, n semakin besar, dan compounding semakin besar.
Masih menggunakan contoh soal diatas, Tuan A mengelola uangnya dengan memasukkan ke Bank sebesar Rp 1.000.000,00 dengan jumlah bunga sebesar 5% yang dibayarkan secara annual maka compounding-nya untuk 5 tahun ke depan yang dihitung menggunakan tabel sebesar 752.000, yang dihitung menggunakan rumus sebesar 751.815,1292, dan yang dihitung secara manual sebesar 751.815,1295.
Maka untuk pembuktian kedua pada simulasi diatas yaitu dengan i tetap (5%) dengan n yang semakin besar yaitu 8 tahun berapa nilai compounding future valuenya yang juga semakin membesar?
Jawab:
1.      Menggunakan tabel
II x 1,4775
1.000.000 x 1,4775= 1.477.500

2.      Menggunakan rumus
FV = II x (1 + i)n
FV = 1.000.000 x (1 + 0,05)8
FV = 1.000.000 x (1,05)8
FV = 1.477.455,444

3.      Menggunakan manual
K1 : 1.000.000 → 1.000.000 (1+0.05) = 1.050.000
K2 : 1.050.000 → 1.050.000 (1+0.05) = 1.102.500
K3 : 1.102.500 → 1.102.500 (1+0.05) = 1.157.625
K4 : 1.157.625 → 1.157.625 (1+0.05) = 1.215.506,25
K5 : 1.215.506,25 →1.215.506,25 (1+0.05) = 1.276.281,563
K6 : 1.276.281,563  → 1.276.281,563  (1+0.05) = 1.340.095,641
K7 : 1.340.095,641 → 1.340.095,641 (1+0.05) = 1.407.100,423
K8 : 1.407.100,423 → 1.407.100,423 (1+0.05) = 1.477.455,444


·         Notes: dari simulasi di atas dengan dihitung menggunakan future value dapat dibuktikan bahwa apabila n yang tetap, i semakin besar, maka compounding semakin besar. Demikian pula jika i yang tetap, n semakin besar, maka compounding semakin besar.

Senin, 15 September 2014

NILAI WAKTU UANG

MANAJEMEN KEUANGAN
NILAI WAKTU UANG (I)
INDAH PUSPITA
110411401028
Review pasar keuangan
Likuiditas
Neraca
Aktiva
Pasiva
Kas                               400.000
Piutang                         100.000      
Persediaan                     300.000
Total AL                       800.000

Tanah                            100.000
Bangunan                      150.000
Etalase                            50.000
Total AT                       300.000

Total aktiva                  1.100.000
Hutang
Hutang lancar                           200.000
Hutang jangka panjang              200.000


Modal sendiri                           700.000




Total pasiva                               1.100.000

∑AL / ∑HL x 100% = 800.000 / 200.000 x 100% = 400% (underlikuid)
a.       Simulasi pertama
·         CR maksimal 250% (mengurangi kas dan persediaan untuk membayar hutang jangka panjang, dan kas dikurangi untuk membeli etalase)

Neraca
Aktiva
Pasiva
Kas                               200.000
Piutang                         100.000      
Persediaan                     200.000
Total AL                       500.000

Tanah                            100.000
Bangunan                      150.000
Etalase                          100.000
Total AT                       300.000

Total aktiva                    900.000
Hutang
Hutang lancar                           200.000
Hutang jangka panjang              0


Modal sendiri                           700.000




Total pasiva                              900.000

∑AL / ∑HL x 100% = 500.000 / 200.000 x 100% = 250%
·         CR maksimal 450% (kas dikurangi untuk membeli tanah)
Neraca
Aktiva
Pasiva
Kas                               200.000
Piutang                         100.000      
Persediaan                     300.000
Total AL                       600.000

Tanah                            300.000
Bangunan                      150.000
Etalase                            50.000
Total AT                       500.000

Total aktiva                  1.100.000
Hutang
Hutang lancar                           200.000
Hutang jangka panjang              200.000


Modal sendiri                           700.000




Total pasiva                               1.100.000

∑AL / ∑HL x 100% = 600.000 / 200.000 x 100% =300%

b.      Simulasi kedua
·         CR minimal 500% (bangunan dijual untuk membayar hutang jangka panjang)
Neraca
Aktiva
Pasiva
Kas                               400.000
Piutang                         100.000      
Persediaan                     300.000
Total AL                       800.000

Tanah                            100.000
Bangunan                        50.000
Etalase                            50.000
Total AT                       300.000

Total aktiva                  1.000.000
Hutang
Hutang lancar                           100.000
Hutang jangka panjang              200.000


Modal sendiri                           700.000




Total pasiva                               1.000.000

∑AL / ∑HL x 100% = 800.000 / 100.000 x 100% = 800 %
·         CR minimal 550% (persediaan dijual untuk membayar hutang lancar dan jangka panjang)
Neraca
Aktiva
Pasiva
Kas                               400.000
Piutang                         100.000      
Persediaan                     100.000
Total AL                       600.000

Tanah                            100.000
Bangunan                      150.000
Etalase                            50.000
Total AT                       300.000

Total aktiva                    900.000
Hutang
Hutang lancar                           100.000
Hutang jangka panjang              100.000


Modal sendiri                           700.000




Total pasiva                               900.000

 = 600.000 / 100.000 x 100% = 600%
c.       Simulasi ketiga
·         Jika persediaan ditambah, hutang lancar ditambah 300%
Neraca
Aktiva
Pasiva
Kas                               400.000
Piutang                         100.000      
Persediaan                     300.000
Total AL                       800.000

Tanah                            100.000
Bangunan                      150.000
Etalase                            50.000
Total AT                       300.000

Total aktiva                  1.100.000
Hutang
Hutang lancar                           200.000
Hutang jangka panjang              200.000


Modal sendiri                           700.000




Total pasiva                               1.100.000

∑AL + x=  3
∑HL + x   1

800.000 + x = 3
200.000 + x   1
600.000 + 3x = 800.000 + x
          3x – x = 800.000 – 600.000
                2x = 200.000
                  x = 100.000

·         Persediaan: 300.000 + 100.000 = 400.000
·         Hutang lancar: 200.000 + 100.000 = 300.000
Neraca
Aktiva
Pasiva
Kas                               400.000
Piutang                         100.000      
Persediaan                     400.000
Total AL                       900.000

Tanah                            100.000
Bangunan                      150.000
Etalase                            50.000
Total AT                       300.000

Total aktiva                  1.200.000
Hutang
Hutang lancar                           300.000
Hutang jangka panjang              200.000


Modal sendiri                           700.000




Total pasiva                               1.200.000

∑AL / ∑HL x 100% = 900.000 / 300.000 x 100% = 300%
d.      Simulasi keempat
·         Jika tanah ditambah hutang lancar bertambah 200%
Neraca
Aktiva
Pasiva
Kas                               400.000
Piutang                         100.000      
Persediaan                     300.000
Total AL                       800.000

Tanah                            100.000
Bangunan                      150.000
Etalase                            50.000
Total AT                       300.000

Total aktiva                  1.100.000
Hutang
Hutang lancar                           200.000
Hutang jangka panjang              200.000


Modal sendiri                           700.000




Total pasiva                               1.100.000

∑AL + x =  2
∑HL + x    1

800.000 + x = 2
200.000 + x   1
400.000 + 2x = 800.000 + x
          2x - x = 800.000 – 400.000
                 x = 200.000
·         Tanah: 100.000 + 200.000 = 300.000
·         Hutang lancar: 200.000 + 200.000 = 400.000
Neraca
Aktiva
Pasiva
Kas                               400.000
Piutang                         100.000      
Persediaan                     300.000
Total AL                       800.000

Tanah                            300.000
Bangunan                      150.000
Etalase                            50.000
Total AT                       500.000

Total aktiva                  1.200.000
Hutang
Hutang lancar                           400.000
Hutang jangka panjang              200.000


Modal sendiri                           700.000




Total pasiva                               1.200.000
          
∑AL / ∑HL x 100% = 800.000 / 400.000 x 100 % = 200%
e.       Simulasi kelima
·         Jika kas dikurangi, hutang lancar dikurangi 400%
Neraca
Aktiva
Pasiva
Kas                               400.000
Piutang                         100.000      
Persediaan                     300.000
Total AL                       800.000

Tanah                            100.000
Bangunan                      150.000
Etalase                            50.000
Total AT                       300.000

Total aktiva                  1.100.000
Hutang
Hutang lancar                           200.000
Hutang jangka panjang              200.000


Modal sendiri                           700.000




Total pasiva                               1.100.000

∑AL - x=  4
∑HL - x   1
800.000 - x = 4
200.000 - x   1
800.000 – x = 800.000 – 4x
            -x + 4x = 800.000 – 800.000
                 3x = 0
                   x = 0
·         Kas: 400.000 – 0 = 400.000
·         Hutang lancar: 200.000 – 0 = 200.000
Neraca
Aktiva
Pasiva
Kas                               400.000
Piutang                         100.000      
Persediaan                     300.000
Total AL                       800.000

Tanah                            100.000
Bangunan                      150.000
Etalase                            50.000
Total AT                       300.000

Total aktiva                  1.100.000
Hutang
Hutang lancar                           200.000
Hutang jangka panjang              200.000


Modal sendiri                           700.000




Total pasiva                               1.100.000

∑AL / ∑HL x 100% = 800.000 / 200.000 x 100 % = 400%
Rentabilitas
Laba rugi
Penjualan                                                                      5.000.000
HPP                                                                             (2.000.000)
Laba kotor                                                                     3.000.000
Biaya administrasi penjualan umum                                   (500.000)
EBIT                                                                            2.500.000
i                                                                                       40.000
EBT                                                                              2.460.000
Tax (10%)                                                                       (246.000)
EAT                                                                             2.214.000

EBIT / TOTAL ASET x 100% = laba ekonomi
2.500.000 / 1.100.000 x 100% = 227%
EAT / modal sendiri x 100% = laba usaha
2.214.000 / 700.000 x 100% = 316%
PM = EBIT / penjualan x 100% = 2.500.000/ 5.000.000 x 100% = 50 %
ATO = penjualan / asset = 5.000.000 / 1.100.000 = 4,54
Kesimpulan
Asset operasi berputar setiap siklus akuntansi sebanyak 4,54x. jadi 50% x 4,54 perputaran = 227%
·         Penjualan ditingkatkan, HPP meningkat
Laba rugi
Penjualan                                                                      7.000.000
HPP                                                                             (2.500.000)
Laba kotor                                                                     4.500.000
Biaya administrasi penjualan umum                                   (500.000)
EBIT                                                                            4.000.000
i                                                                                       40.000
EBT                                                                              3.960.000
Tax (10%)                                                                       (396.000)
EAT                                                                             3.564.000

EBIT / total asset x 100% = laba ekonomi
4.000.000 / 1.100.000 x 100% = 363%
EAT / modal sendiri x 100% = laba usaha
3.564.000 / 700.000 x 100% = 509%
PM = EBIT / penjualan x 100% = 4.000.000/ 7.000.000 x 100% = 57 %
ATO = penjualan / asset = 7.000.000 / 1.100.000 = 6,36
Kesimpulan
Asset operasi berputar setiap siklus akuntansi sebanyak 6,36x. jadi 57% x 6,36 perputaran = 362,52% atau 363%
·         Biaya-biaya lain-lain ditambah (listrik, air, gaji karyawan dll)
Laba rugi
Penjualan                                                                      7.000.000
HPP                                                                             (2.500.000)
Laba kotor                                                                     4.500.000
Biaya administrasi penjualan umum                                   (500.000)
Biaya lain-lain                                                                 (500.000)
EBIT                                                                            3.500.000
i                                                                                      (40.000)
EBT                                                                              3.460.000
Tax (10%)                                                                       (346.000)
EAT                                                                             3.096.000

EBIT / total asset x 100% = laba ekonomi
3.500.000 / 1.100.000 x 100% = 318%
EAT / modal sendiri x 100% = laba usaha
3.096.000 / 700.000 x 100% = 442%
PM = EBIT / penjualan x 100% = 3.500.000/ 7.000.000 x 100% = 50 %
ATO = Penjualan / asset = 7.000.000 / 1.100.000 = 6,36
Kesimpulan
Asset operasi berputar setiap siklus akuntansi sebanyak 6,36. jadi 50% x 6,36 perputaran = 318%

NILAI WAKTU UANG
A.    Pengertian, Fungsi, Dan Syarat Uang
Uang adalah alat tukar menukar yang sudah sejak lama kita kenal. Banyak kita temukan pengertian uang menurut bebrapa ahli maupun pengertian uang menuruit sudut pandang yang berbeda, untuk itu kita akan mencoba untuk menyimpulkan apa sesungguhnya arti uang itu sendiri. Uang adalah alat tukar sah yang digunakan sebagai satuan hitung yang dapat diterima semua masyarakat dalam proses tukar menukar (jual-beli).
Syarat uang agar dapat digunakan dalam transaksi yaitu:
·         Acceptability, dapat diterima oleh semua masyarakat.
·         Durability, tidak mudah rusak.
·         Stability of value, nilai dari uang tetap.
·         Kontinuitas, kelangsungan pemakaian.
·         Portability, uang dapat dibawa kemana-mana.
·         Divisibility, mudah untuk dibagi sehingga dalam bertransaksi terdapat kembalian yang dapat dikembalikan sebagai sisa dari transaksi.

Fungsi uang ada 3, yaitu:
·         Medium of exchange, sebagai alat tukar yang mempermudah transaksi.
·         Unit of account, sebagai satuan hitung yang digunakan untuk menunjukkan besarnya nilai suatu barang atau jasa.
·         Valuta, sebagai pengalih daya beli saat ini ke masa yang akan datang.

B.     Konsep Nilai Waktu Uang
Dari penjelasan tentang pengertian dan fungsi uang di atas dapat kita ketahui bahwa uang sangat berarti dan bermanfaat bagi kita. Akan tetapi nilai dari uang itu sendiri belum tentu sama untuk masa saat ini dengan masa yang akan datang. Nilai waktu uang atau bisa disebut juga dengan time value of money merupakan suatu konsep yang menyatakan bahwa nilai uang yang sekarang lebih berharga daripada nilai uang yang akan datang. Pengertian dari konsep nilai waktu uang dapat disederhanakan sebagai ilustrasi sebagai berikut:
Ilustrasi yang pertama yaitu uang Rp 5.000,00 bisa mendapatkan jajanan di warung sebanyak 10 bungkus dengan harga Rp 500,00 akan tetapi setahun yang akan datang dengan nominal yang sama mendapatkan jumlah jajanan di warung dengan jumlah yang berbeda yaitu 5. Selain itu juga dengan uang Rp 5.000,00 saat ini dapat memenuhi kebutuhan kita untuk saat ini, karena belum tentu keinginan atau kebutuhan kita akan sama dengan masa yang akan datang.
Ilustrasi kedua, apabila kita diberi pilihan untuk mengambil uang yang diberikan orang lain diambil saat ini atau yang akan datang dan kita memutuskan untuk mengambil saat ini maka kita tidak perlu khawatir jika uang tersebut diberikan ke orang lain atau tetap menjadi milik kita untuk masa yang akan datang. Karena apa? Karena masa yang akan datang tersebut merupakan masa yang penuh ketidakpastian. Belum tentu orang tersebut masih baik terhadap kita sehingga mau memberikan uangnya kepada kita.
Dari dua ilustrasi di atas dapat kita simpulkan bahwa, betapa berartinya uang untuk saat ini sehingga kita dapat menikmati nilai dari uang tersebut.
Kaitannya konsep nilai waktu uang pada manajemen keuangan yaitu, sebagai penentu kebijakan dalam melakukan investasi terhadap modal yang dimiliki. Apakah dengan melakukan investasi jangka panjang terhadap aktiva tetap dapat memberikan keuntungan di masa yang akan datang. Karena seperti yang dijelaskan di awal bahwa masa depan merupakan masa penuh ketidakpastian, maka belum tentu di masa akan datang kita tetap memperoleh keuntungan dari investasi yang kita tanamkan. Karena banyak faktor yang dapat mempengaruhinya, misalnya kebijakan pemerintah dalam hal pajak atau bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi tanpa kita duga sebelumnya.
Perbedaan nilai uang berdasarkan waktu ini disebabkan oleh beberapa hal seperti inflasi, perubahan suku bunga, kebijakan pemerintah dalam hal pajak, suasana politik, dan lain sebagainya. Yang akan dipelajari dalam konsep nilai waktu uang ini yaitu nilai saat ini (present value) dan nilai yang akan datang (future value).

C.    Mengapa Tarif Bunga Eksis?
Menurut Rao (1995) (dalam Harmono) konsep nilai waktu uang disebabkan oleh tarif bunga, dimana tariff bunga adalah perbedaan antara nilai barang sekarang dengan nilai yang akan datang. Mengapa demikian? Yang pertama, yaitu masyarakat memiliki preverensi waktu positif. Sebagai ilustrasi agar penjelasan lebih mudah dipahami maka anggapannya yaitu saya adalah seorang konsumen yang juga anak kos-kosan. Setiap bulannya saya akan melakukan belanja bulanan yang bisa kita sebut sebagai konsumsi. Belanja bulanan yang saya lakukan di saat ini untuk satu bulan penuh ke depannya yang dilakukan dengan alasan apapun maka hal ini dapat menunjukkan tariff bunga positif. Paham? Nah jika belum paham maka ada ilustrasi kedua, yaitu kita ambil contoh barang antic, misalnya vespa. Vespa yang kita beli 20 tahun yang lalu nilainya akan berbeda dengan vespa yang kita beli saat ini. Maka dengan itu sering kita sebut bahwa barang antic mahal harganya.
Kedua, tariff bunga eksis disebabkan oleh produktivitas capital. Produktivitas dapat diartikan sebagai perbandingan yang dicapai antara hasil dan sumber daya yang digunakan. Dimana capital yang digunakan berorientasi pada teknologi.

D.    Perhitungan Nilai Arus Kas Masa Mendatang Menggunakan Konsep Bunga Biasa (Ke-N) Simple Future Value
Untuk perhitungan jumlah tahun pertama
FV1 = PV + (PV x i)  = PV (1 + (1 x i))
 = PV (1 + i)

Untuk perhitungan jumlah tahun kedua
FV1      = PV + (PV + i) = PV (1 x i)
FV2      = PV (1 + i) + (PV (1 + i) x i)
FV2      = PV (1 + i) (1+i)
FV2      = PV (1 +i)2

Jadi berdasarkan dua persamaan diatas maka untuk perhitungan nilai masa akan datang (future value)
FVn = PV (1 + i)n

Dalam hal ini,
FV       = nilai yang akan datang (future value)
PV       = nilai sekarang (present value)
i           = tariff bunga (interest)
Contoh soal: saya akan menabungkan uang saya di bank dengan jumlah Rp 200.000,00 dengan tariff bunga 15% pertahun? Berapa jumlah tabungan saya pada akhir tahun pertama?
Jawab:
FV1      = 200.000 (1 + 0,15)
            = 200.000 + 30.000
            = 230.000
Berikutnya berapa rupiah jumlah tabungan saya pada akhir tahun kedua?
Jawab:
FV2      = 230.000 (1 + 0,15)
            = 230.000 + 34.500
            = 264.500
                       
E.     Perhitungan Nilai Masa Mendatang Mengggunakan Konsep Nilai Bunga Majemuk/Anuitas (Compounding Future Value)
Nilai bunga majemuk merupakan bunga yang berbunga, dan berbeda dengan bunga biasa yang didapat selama dua tahun, dengan persamaan sebagai berikut.
FV2 = PV (1 + i)2 = PV (1 + 2i + i2)

Dari contoh sebelumnya dapat kita hitung present value-nya, yaitu.
FV2      = 200.000 [(1 + 2(0,15) + (0,15)2]
            = 200.000 (1 + 0,3 + 0,0225)
            = 200.000 + 60.000 + 4.500
            = 264.500
Nilai dimasa akan datang ditentukan dengan menjumlahkan nilai pokok 200.000, bunga biasa 60.000 (atau 30.000 selama 2 tahun), dan bunga majemuk 4.500 atau 60.000 pendapatan bunga tahun pertama dikalikan tariff bunga 15% tahun kedua.




DAFTAR RUJUKAN
Harmono. 2011. MANAJEMEN KEUANGAN Berbasis Balanced Scorecard Pendekatan Teori, Kasus, dan Riset Bisnis.Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Achmad. 2013. Memahami Pengertian, Fungsi, Syarat, dan Sejarah Uang, (Online), (http://www.likethisya.com/pengertian-fungsi-dan-sejarah-uang.html), diakses 13 September 2014.
Budiwati, N. Konsep Nilai Waktu dari Uang (Time Value of Money) kasus dalam keuangan Koperasi, (Online), (http://file.upi.edu/Direktori/FPEB/PRODI._EKONOMI_DAN_KOPERASI/196302211987032-NETI_BUDIWATI/Konsep_Nilai_Waktu_dari_Uang.pdf), diakses 13 September 2014.
Manajemen Perusahaan Teori dan Strategi. Nilai Waktu Uang. (Online), (http://www.manajemenperusahaan.com/nilai-waktu-uang/), diakses 13 september 2014.